Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PANTUN
EMPAT
KERAT
Buah cempedak di luar pagar,
Ambil galah tolong jolok kan,
Saya budak baru belajar,
Kalau salah tolong tunjukkan.
Anak kecil bermain di tepian,
Tempat si rusa berkejaran juga;
Kasih ibu bermati-matian,
Sanggup berkorban jiwa dan raga.
Ayu Cik Limah berkain batik,
Mata yang memandang tidaklah jemu;
Hati terkenang budi yang cantik,
Moga terbalas bila bertem...
Pohon mempelam sudah berbu
Pohon kelapa bila lagi;
Sudah dapat si gading bertuah,
Tanduk sudah tak berguna lagi.
Peti emas simpannya benang,
Buat menjahit kain lebihan;
Jiwa merana hati tak tenang,
Mengenang nasib jadi taruhan.
Burung tiung hinggap di perdu,
Hinggap menunggu hujan berhenti;
Kalau rindu katakan rindu,
Tidaklah hamba ternanti-nanti.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

of

Pantun 4 kerat Slide 1 Pantun 4 kerat Slide 2 Pantun 4 kerat Slide 3 Pantun 4 kerat Slide 4 Pantun 4 kerat Slide 5 Pantun 4 kerat Slide 6 Pantun 4 kerat Slide 7
Upcoming SlideShare
Pantun Nasihat
Next
Download to read offline and view in fullscreen.

0 Likes

Share

Download to read offline

Pantun 4 kerat

Download to read offline

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to like this

Pantun 4 kerat

  1. 1. PANTUN EMPAT KERAT
  2. 2. Buah cempedak di luar pagar, Ambil galah tolong jolok kan, Saya budak baru belajar, Kalau salah tolong tunjukkan.
  3. 3. Anak kecil bermain di tepian, Tempat si rusa berkejaran juga; Kasih ibu bermati-matian, Sanggup berkorban jiwa dan raga.
  4. 4. Ayu Cik Limah berkain batik, Mata yang memandang tidaklah jemu; Hati terkenang budi yang cantik, Moga terbalas bila bertemu.
  5. 5. Pohon mempelam sudah berbu Pohon kelapa bila lagi; Sudah dapat si gading bertuah, Tanduk sudah tak berguna lagi.
  6. 6. Peti emas simpannya benang, Buat menjahit kain lebihan; Jiwa merana hati tak tenang, Mengenang nasib jadi taruhan.
  7. 7. Burung tiung hinggap di perdu, Hinggap menunggu hujan berhenti; Kalau rindu katakan rindu, Tidaklah hamba ternanti-nanti.

Views

Total views

6,075

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

17

Actions

Downloads

8

Shares

0

Comments

0

Likes

0

×