Ce diaporama a bien été signalé.
Nous utilisons votre profil LinkedIn et vos données d’activité pour vous proposer des publicités personnalisées et pertinentes. Vous pouvez changer vos préférences de publicités à tout moment.

Biodiversitas

Materi Pelajaran Biologi SMA kelas X Bab Keaneragaman Hayati
Share, Like, Comment, and Keep Learning :)

  • Soyez le premier à commenter

Biodiversitas

  1. 1. PEMBAHASAN Enjoy our presentation! TINGKATAN MANFAAT BIODIVERTAS INDONESIA KEGIATAN MANUSIA PELESTARIAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP •Keanekaragaman hayati atau Biodivertas menunjukan kebesaran Tuhan YME pencipta alam semesta . •Biodivertas adalah perbedaan / variasi di antara berbagai makhluk hidup , yang di dasarakan pada ciri-ciri dan sifat yang dapat di amati . •Menurut WWF (1989) menyebut biodiversitas sebagai keanekaragaman hidup di bumi, mencakup jutaan spesies tumbuhan, hewan, mikroorganisme; materi genetik yang dikandungnya; serta ekosistem yang dibangun sehingga menjadi sebuah linkungan hidup.
  2. 2. PEMBAHASAN Enjoy our presentation! TINGKATAN MANFAAT BIODIVERTAS INDONESIA KEGIATAN MANUSIA PELESTARIAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
  3. 3. Tingkatan Biodiversitas 1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Keanekaragaman hayati tingkat gen adalah keanekaragaman hayati yang menunjukan seluruh variasi jumlah dan susunan gen pada makhluk hidup. Di dalam satu jenis (spesies) pun terjadi keanekaragaman gen. Dengan adanya keanekaragaman gen, sifat-sifat di dalam satu spesies bervariasi yang dikenal dengan istilah varietas. Sekilas penampakan antarvarietas itu sama karena masih tergolong spesies yang sama. Akan tetapi, setiap varietas memiliki gen yang berbeda sehingga memunculkan sifat-sifat khas yang dimiliki oleh tiap-tiap varietas itu. Contoh keanekaragaman tingkat gen yang mudah diamati adalah adanya perbedaan warna merah dan hitam pada ikan koi .
  4. 4. 2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis Keanekaragaman hayati tingkat jenis adalah keanekaragaman hayati yang menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Contoh, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing. Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya.
  5. 5. 3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah keanekaragaman hayati yang menunjukan seluruh variasi interaksi antara makhluk hidup dan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Perbedaan kondisi komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu daerah menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda-beda. Akibatnya, permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di pegunungan, sedangkan pohon palem dan pinang tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.
  6. 6. Manfaat Biodiversitas 1. Nilai Manfaat Konsumtif Artinya keanekaragaman hayati yang langsung dikonsumsi untuk manusia. Contohnya: Pangan, sandang, oksigen, obat-obatan, dan lain-lain
  7. 7. 2. Nilai manfaat produktif Artinya Keanekaragaman Hayati yang dieksploitasi secara komersial. Seperti, usaha pertanian, peternakan, perkebunan dan industri. Contohnya: Getah pohon karet untuk Industri Ban
  8. 8. 3. Nilai manfaat Ekologis Artinya Nilai-nilai langsung dari fungsi keanekaragaman hayati contohnya, Keanekaragaman tumbuhan mempunyai nilai ekologis dalam menjaga tersedianya oksigen sekaligus dalam mengurangi kadar karbon dioksida
  9. 9. KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPENGARUHI KEANEKARAGAMAN HAYATI YANG MENGUNTUNGKAN KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPENGARUHI KEANEKARAGAMAN HAYATI YANG MERUGIKAN
  10. 10. Yang menguntungkan 1. Pembuatan taman-taman kota selain meningkatkan kandungan oksigen 2. menurunkan suhu lingkungan memberi keindahan, juga meningkatkan keragaman hayati. 3. Pemuliaan, yakni usaha membuat varietas unggul dengan cara melakukan perkawinan silang.Usaha pemuliaan akan menghasilkan varietas 4. Kegiatan penghijauan meningkatkan keanekaragaman gen.
  11. 11. Yang merugikan: 1.Perusakan habitat 2.Penggunaan pestisida 3.Pencemaran 4.Perubahan tipe tumbuhan 5. Masuknya spesies tumbuhan dan hewan liar 6. penebangan hutan 7. Seleksi
  12. 12. Biodiversitas Indonesia
  13. 13. A. Distribusi hewan di Indonesia memiliki beberapa tipe, yaitu: 1. Jenis-jenis hewan wilayah Oriental 2. Jenis-jenis hewan wilayah Australia 3. Jenis-jenis hewan peralihan Oriental-Australia
  14. 14. Wilayah oriental meliputi pulau di bagian barat Indonesia,biasanya memiliki ciri ciri: 1. Hewan mamalia yang memiliki ukuran badan besar 2. Berbagai macam primata 3. Aneka ragam burung
  15. 15. • Mamalia berukuran besar misalnya di Gajah dan Harimau di Sumatera, Badak bercula satu dan Banteng di Jawa .
  16. 16. • Berbagai macam primata, misalnya di Kalimantan terdapat banyak jenis Kera seperti Orangutan, Tarsius dan Bekantan.
  17. 17. • Beraneka ragam burung yang memiliki kicauan yang merdu, misalnya Takur Api, Murai, Jalak Bali dan Gelatik Jawa.
  18. 18. • Wilayah Australia meliputi pulau Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Biasanya memiliki ciri ciri 1. Hewan Berkantung 2. Mamalia berukuran kecil 3. Burung yang memiliki warna bulu mencolok dan berjambul
  19. 19. • Hewan berkantung ini misalnya adalah Kanguru, Koala dan tidak terdapat jenis Kera.
  20. 20. • Mamalia berukuran kecil misalnya berbagai macam Tikus, Kelelawar, Kuskus dan Kempelon Ladi.
  21. 21. • Burung yang memiliki warna bulu mencolok, misalnya adalah Cendrawasih.
  22. 22. 3.Jenis-Jenis Hewan Wilayah Peralihan Oriental- Australia • Jenis-jenis hewan wilayah peralihan hanya meliputi pulau Sulawesi. Memiliki ciri ciri mirip hewan wilayah Oriental dan Australia, Misalnya Babirusa, Anoa, Maleo dan Musang Sulawesi.
  23. 23. • Indonesia juga memiliki hewan Endemik, yang artinya hewan yang hanya ada di Indonesia, tidak terdapat di negara lain. Misalnya seperti Komodo, Badak bercula satu, Jalak Bali, Harimau Jawa, Maleo, dll.
  24. 24. Jenis tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia meliputi hutan tropis, hutan musim, hutan pegunungan, hutan bakau dan sabana tropis. Persebaran flora di wilayah Indonesia itu sendiri terbagi ke dalam 4 kelompok besar wilayah flora Indonesia, yaitu : NO WILAYAH FLORA CONTOH 1. Flora Sumatra- Kalimantan Tersebar di pulau Sumatra dan Kalimantan serta pulau- pulau kecil di sekitarnya. Contoh Raflesia Arnoldi. 2. Flora Jawa-Bali Tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali dan kepulauan- kepulauan kecil disekitarnya. Contoh pohon Burohal.
  25. 25. 3. Flora Kepulauan Wallacea Tersebar di pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara. Contoh pohon Sagu. 4. Flora Papua Meliputi wilayah pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Contoh Eucalyptus
  26. 26. Pemanfaatan sumber daya hayati untuk berbagai keperluan tanpa memperhatikan kelestariannya akan mengakibatkan kerugian yang besar contohnya Kelangkaan Flora dan fauna karena hilangnya habitat dan kerusakan ekosistem. Hal ini harus dicegah agar keanekaragaman hayati dapat tetap menopang kehidupan. Oleh karena itu kelestarian keanekaragaman hayati harus terus dipelihara. Pelestarian Keanekaragaman Hayati
  27. 27. Pelestarian Keanekaragaman Hayati dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1. In-situ, yaitu perlindungan jenis tanamandan hewan di habitat aslinya. Contoh: Suaka Margasatwa dan Cagar Alam 2. Ex-situ, yaitu perlindungan jenis tanaman dan hewan yang dilakukan dengan penangkaran di luar habitat aslinya. Contoh: Kebun Raya dan Kebun Binatang
  28. 28. Klasifikasi Makhluk Hidup
  29. 29. Pengertian Klasifikasi Adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang- pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain.
  30. 30. Sejarah Klasifikasi 1. Aristoteles Ilmuwan Yunani kuno (384-322 SM), merintis pengelompokan hewan. Mengarang buku Historia Animalum sehingga dikenal sebagai Bapak Zoologi. 2. Theophratus Merupakan murid Aristoteles, merupakan ahli botani, menurutnya tumbuhan diklasifikasikan menjadi 4 kelompok, yaitu herba, semak rendah, semak dan pohon. Mengarang buku Hiatoria Plantarum. 3. John Ray Ilmuwan Inggris, abad 17, merintis pengelompokan makhluk hidup sehingga lahir konsep spesies (jenis). 4. Carolus Linnaeus Ilmuwan Swedia, abad 18, memperkenalkan sistem tata nama ganda (Binomial Nomenclatur). Sampai sekarang dikenal sebagai Bapak Klasifikasi.
  31. 31. Tujuan Klasifikasi Mendeskripsikan ciri ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap tiap jenis, agar mudah dikenal Mengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri Mengetahui hubungan, kekerabatan antar makhluk hidup Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya
  32. 32. Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup Kita sudah mengetahui bahwa klasifikasi merupakan cara yang baik untuk mempermudah dan menyederhanakan objek studi tentang makhluk hidup. Selain itu, mempelajari klasifikasi dalam biologi sangat penting dalam memahami keanekaragaman makhluk hidup yang sangat kompleks di dunia ini. Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk hidup lain, tetapi ada beberapa makhluk hidup yang memiliki satu atau lebih persamaan.
  33. 33. Jadi, dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah sebagai berikut : 1.Berdasarkan Persamaan Dengan mengamati ciri-cirinya, maka kita dapat memasukkan bahwa ayam dan elang adalah golongan hewan, yaitu jenis aves (burung) karena memiliki bulu, sayap, dan paruh. 2.Berdasarkan Perbedaan Apabila kita mengamati perbedaan ciri yang dimiliki ayam dan elang berdasarkan jenis makanannya, maka ayam termasuk herbivora, sedangkan elang termasuk golongan karnivora, yaitu pemakan daging.
  34. 34. 3. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat dilakukan adalah mengamati bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk paruh dan jumlah sayap. Apabila hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang dapat diamati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lain- lain. Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila kita mengamati dari ada tidaknya sel trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini dinamakan ciri anatomi.
  35. 35. 4. Berdasarkan Ciri Biokimia Sejalan dengan masa perkembangannya, untuk menentukan klasifikasi makhluk hidup selain berdasarkan ciri-ciri yang telah di sebutkan di atas, bisa pula menggunakan ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis enzim, jenis-jenis protein, dan jenis-jenis DNA. Hal tersebut dapat menentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan lainnya. 5. Berdasarkan Manfaat Tujuan pengelompokan ini adalah untuk memudahkan kita memanfaatkan suatu makhluk hidup.
  36. 36. Manfaat Klasifikasi Klasifikasi memungkinkan taksonomi untuk menyimpan dan memberikan informasi tentang tanaman dan hewan secara sistematis Nomenklatur memungkinkan taksonomi untuk memberikan nama ilmiah Taksonomi menggunakan sistem klasifikasi natural. Taksonomi juga menyediakan bukti yang mendukung evolusi organik Taksonomi membuat studi morfologi, anatomi, dan fisiologi menjadi mudah Taksonomi memungkinkan ahli biologi untuk terus menemukan spesies baru dan memperbaru informasi tentang keanekaragaman hayati dan evolusi Taksonomi juga memungkinkan untuk menemukan hubungan ekologis antara organisme dan lingkungan.
  37. 37. Macam Macam Sistem Klasifikasi Klasifikasi Sistem Alami Klasifikasi Sistem Buatan Klasifikasi Sistem Filogenik
  38. 38. Merupakan suatu cara pengelompokan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaaan ciri morfologi yang dimiliki. Pengamatan dilakukan menggunakan dengan mengamati bentuk luar tubuh suatu makhluk hidup, antara lain warna, ukuran tubuh, tinggi/pendek, bentuk daun, bentuk paruh, bentuk kaki dan bentuk batang atau hanya dari segi ciri morfologi Penganut sistem ini adalah Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles seorang ahli filsafat Yunani yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jumlah kotiledon, ada tidaknya mahkota bunga, dan letak bakal buah. Klasifikasi Sistem Alami
  39. 39. Selain Aristoteles, Theophrastus (370-285 SM) yang disebut Bapak Botani dengan karyanya berjudul “History of Plants” yang berisi pembagian dunia tumbuhan menjadi empat kelompok, antara lain: Pohon: tumbuhan yang memiliki batang berkayu, misalnya pohon mangga dan pohon jeruk. Semak/Perdu: tumbuhan berkayu, memiliki banyak ranting dan bercabang pendek, misalnya tanaman pagar atau teh- tehan. Setengah Semak/Setengah Perdu: tumbuhan berbatang rendah dengan percabangan banyak dan mudah patah, misalnya tanaman cabai dan tanaman melati. Herba/Terna: tanaman yang memiliki batang berair atau berbatang lunak, misalnya tanaman bayam, kangkung atau sawi. Kelebihan sistem ini ialah identifikasi yang mudah. Pengelompokan makhluk hidup yang kurang dikenal masih mungkin dilakukan dalam sistem klasifikasi ini. Sistem ini juga relatif lebih stabil karena tidak akan berubah oleh perubahan perkembangan pengetahuan.
  40. 40. Klasifikasi Sistem Buatan Dibandingkan sistem klasifikasi secara alami, sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna, dan mudah dipahami apabila dibandingkan sistem klasifikasi sebelumnya. Klasifikasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Von Linnaeus (1707-1778) yang dikenal dengan nama Carolus Linnaeus, seorang ahli botani berkebangsaan Swedia. Beliau dinobatkan sebagai “Bapak Taksonomi”.
  41. 41. Klasifikasi Sistem Buatan Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus didasarkan atas persamaan dan perbedaan struktur tubuh makhluk hidup, dengan cara-cara berikut : 1. Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar maupun ciri struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup. 2. Apabila ada yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip dijadikan satu kelompok, adapun yang memiliki ciri berlainan dikelompokkan tersendiri. 3. Memberikan istilah tertentu untuk setiap tingkatan klasifikasi yang didasarkan pada banyak sedikitnya persamaan ciri pada setiap jenis makhluk hidup yang dikelompokkan
  42. 42. Tingkatan klasifikasi yang digunakan oleh Linnaeus adalah sebagai berikut :  Kingdom/Regnum : dunia/kerajaan  Filum/Divisio : bagian/keluarga besar  Klassis : kelas  Ordo : bangsa  Familia : suku  Genus : marga  Species : jenis Jika kita perhatikan klasifikasi tersebut terdiri atas beberapa tingkatan, mulai dari kelompok besar, kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Selanjutnya, kelompok kecil dibagi menjadi beberapa kelompok kecil lagi sehingga akan terbentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil yang hanya mempunyai anggota satu jenis makhluk hidup.
  43. 43. Tiap tingkatan kelompok inilah yang disebut takson. Sebaliknya, semakin rendah tingkatan takson, maka semakin khusus persamaan ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup. Biasanya tingkatan ini memiliki jumlah makhluk hidup yang sedikit Takson disusun dari tingkat tinggi ke tingkat rendah. Dengan demikian, semakin tinggi tingkatan takson, maka semakin umum persamaan ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup.
  44. 44. Klasifikasi Sistem Filogenik Klasifikasi sistem filogenetik adalah suatu sistem klasifikasi untuk mencerminkan gambaran urutan perkembangan makhluk hidup menurut sejarah filogenetiknya, serta jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara takson yang satu dengan takson yang lain. Charles Robert Darwin (1859) dalam bukunya “ On the Origin of Species by Means of Natural Selection” mengkaitkan antara klasifikasi dan evolusi.
  45. 45. Klasifikasi Sistem Filogenik Dasar pemikiran Darwin adalah setiap makhluk hidup mengalami perubahan sehingga sifat berbeda dengan sifat nenek moyangnya. Kelebihan sistem klasifikasi ini adalah dapat diketahui adanya hubungan filogenik antar makhluk hidup yang berada dalam satu kelompok. Selain itu, banyak informasi yang dapat diperoleh, misalnya anggota kelompok dapat ditambah dengan mudah dan kebanyakan makhluk hidup dalam kelompok memiliki ciri dasar yang diturunkan.
  46. 46. Mengelompokan Makhluk Hidup 1.Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia) Tingkatan takson ini merupakan tingkatan tertinggi untuk makhluk hidup. Untuk Semua hewan dimasukkan dalam kingdom Animalia dan semua tumbuhan dimasukkan dalam kingdom Plantae .
  47. 47. 2. Filum atau Divisio (Keluarga Besar) Apabila kita mengelompokkan suatu makhluk hidup dalam kingdom, maka dengan melihat persamaan ciri-cirinya akan dimasukkan ke dalam suatu keluarga besar. Keluarga besar tersebut dimasukkan dalam filum untuk jenis hewan dan dimasukkan ke dalam divisio untuk jenis tumbuhan. Misalnya hewan yang memiliki kaki berbuku-buku dan kutikula yang keras dimasukkan dalam filum Arthropoda. Penamaan filum hewan tidak memiliki akhiran yang khas, sedangkan penamaan divisio tumbuhan diberi akhiran yang khas, misalnya phyta dan mycota. Tumbuhan yang berbiji dimasukkan dalam divisio Spermatophyta, jamur berbasidium dimasukkan dalam divisio Basidiomycota.
  48. 48. 3. Kelas Tingkatan takson ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau divisio, artinya apabila kelompok makhluk hidup dalam divisio/filum memiliki ciri-ciri yang sama, maka dimasukkan dalam satu kelas. Contoh kelas pada hewan, yaitu hewan menyusui/mamalia, misalnya anjing, kucing, kelinci, dan lain-lain. Adapun kelas pada tumbuhan ada dua, yaitu tumbuhan berbiji berkeping satu dan berkeping dua. Dengan demikian, kelasnya yaitu: Monocotyledonae dan Dicotyledonae.
  49. 49. 4. Ordo (Bangsa) Tingkatan takson yang lebih rendah dari kelas adalah ordo. Pada tumbuhan, nama ordo pada umumnya diberi akhiran ales, sedangkan pada hewan tidak memiliki akhiran. Contoh dari nama hewan yang mempunyai ordo yaitu : Carnivora (bangsa pemakan daging), herbivora (bangsa pemakan tumbuh tumbuhan). Adapun pada tumbuhan contohnya kelas Dicotyledonae mempunyai ordo Graminales (bangsa rumput rumputan), Rosales (bangsa mawar mawaran).
  50. 50. 5. Famili (Suku atau Keluarga) Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Pada tingkatan famili ini terdapat suatu kelompok yang berkerabat dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Nama famili pada tumbuhan pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi akhiran idae . Contoh keluarga hewan, yaitu Canidae (keluarga anjing), Falidae (keluarga kucing). Contoh keluarga tumbuhan adalah Solanaceae (keluarga kentang), Rosaceae (keluarga mawar).
  51. 51. 6. Genus (Marga) Takson genus adalah nama takson yang lebih rendah dari famili. Nama genus terdiri atas satu kata yang diambil dari kata apa saja, bisa dari nama hewan atau tumbuhan, zat kandungan, dan sebagainya. Huruf pertamanya diawali dengan huruf kapital dan ditulis dengan miring atau ditulis tegak dengan digaris bawah. Contoh untuk hewan adalah Canis (marga anjing), Taenia (marga cacing). Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa (marga mawar), Annona (marga sirsak dan srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan).
  52. 52. 7. Species (Jenis) Species merupakan tingkatan takson paling rendah dan menjadi unit atau satuan dasar klasifikasi. Species adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya dan akan menghasilkan keturunan yang subur (fertil). Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam genus, hanya pada species terdiri atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama marga (genus), sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya. Untuk kata yang kedua, huruf awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital. Contohnya: Canis familaris (anjing), Taenia solium (cacing pita) , Rosa gallica (mawar), Carica Papaya (pepaya), Oryza sativa (padi).
  53. 53. Spesies Panthera tigris Genus Phantera Familia Felidae Ordo Canivora Kelas Mammalia Filum Chordata Kerajaan Animalia
  54. 54. Kerajaan • Animalia Filum • Chordata Kelas • Mammalia Ordo • Canivora Familia • Felidae Genus • Felis Spesies • Felis concolor
  55. 55. Kerajaan • Animalia Filum • Chordata Kelas • Mammalia Ordo • Canivora Familia • Felidae Genus • Phantera Spesies • Phantera leo
  56. 56. Kerajaan • Animalia Filum • Chordata Kelas • Mammalia Ordo • Proboscidea Familia • Elephantidae Genus • Elephas Spesies • Elephas maximus sumatrensis
  57. 57. • Plantae (tumbuhan)Kingdom • Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)Subkingdom • Spermatophyta (menghasilkan biji)Super Divisi • Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)Divisi • Liliopsida (berkeping satu/monokotil)Kelas • CommelinidaeSubkelas • PoalesOrdo • Poaceae (suku rumput-rumputan)Famili • OryzaGenus • Oryza sativa LSpesies
  58. 58. • Plantae (tumbuhan)Kingdom • Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)Subkingdom • Spermatophyta (menghasilkan biji)Super Divisi • Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)Divisi • Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)Kelas • RosidaeSubkelas • SapindalesOrdo • AnacardiaceaeFamili • MangiferaGenus • Mangifera Indica LSpesies
  59. 59. • Plantae (tumbuhan)Kingdom • Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)Subkingdom • Spermatophyta (menghasilkan biji)Super Divisi • Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)Divisi • Liliopsida (berkeping satu/monokotil)Kelas • CommelinidaeSubkelas • PoalesOrdo • Poaceae (suku rumput-rumputan)Famili • ZeaGenus • Zea mays LSpesies
  60. 60. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenklatur. Metode binominal nomenklatur artinya tata nama ganda. Sistem binomial nomenklatur ini diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus. Tata Nama
  61. 61. Ada empat prinsip ajaran Linnaeus tentang tata nama makhluk hidup, yaitu: 1. Bahasa Latin. Nama makhluk hidup harus terdiri atas bahasa Latin atau yang dilatinkan, karena bahasa Latin merupakan bahasa universal yang berlaku pada masa itu. 2. Tata nama binomial. Setiap spesies makhluk hidup diberi nama yang terdiri atas dua kata, sehingga disebut tata nama ganda (binomial nomenklatur).
  62. 62. 3. Ciri berpasangan. Dalam mengelompokkan makhluk hidup digunakan ciri-ciri yang berpasangan. Ciri yang berpasangan ini untuk menunjukkan ada atau tidaknya suatu struktur yang dimiliki. Dengan menggunakan ciri yang berpasangan ini, kelompok-kelompok besar dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Daftar pasangan ciri-ciri makhluk hidup yang berfungsi sebagai kunci pencanderaan makhluk hidup dalam klasifikasi sering disebut kunci dikotom atau kunci determinasi.
  63. 63. 4. Hubungan struktural. Linnaeus menyatakan bahwa hubungan struktural merupakan salah satu prinsip di dalam klasifikasi modern. Walaupun Linnaeus beranggapan bahwa setiap jenis makhluk hidup dari generasi ke generasi tidak akan mengalami perubahan, namun dia berkeyakinan bahwa organisme yang berasal darinenek moyang yang sama mempunyai struktur tubuh yang sama pula.
  64. 64. Contoh: • Nama ilmiah tanaman jagung adalah Zea mays. Kata pertama (Zea) adalah nama marga/genus, dan huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. Sedangkan kata kedua (mays) adalah penunjuk spesies, huruf pertamanya ditulis dengan huruf kecil. • Bila nama itu terdiri atas tiga kata, kata kedua dan ketiga harus ditulis menyatu atau ditulis dengan tanda penghubung. Misalnya kembang sepatu nama ilmiahnya adalah Hibiscus rosa sinensis harus ditulis Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-sinensis.
  65. 65. Aturan pemberian nama spesies adalah sebagai berikut. 1. Nama spesies terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua merupakan penunjuk spesies 2. Huruf pertama nama genus ditulis huruf kapital, sedangkan huruf pertama penunjuk spesies digunakan huruf kecil 3. Nama spesies menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan 4. Nama spesies harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis bawah, atau lainnya) 5. Jika nama spesies terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung.
  66. 66. Contoh kunci dikotom/kunci determinasi
  67. 67. Perkembangan Sistem Klasifikasi Sistem Dua Kingdom Sistem Tiga Kingdom Sistem Empat Kingdom Sistem Lima Kingdom Sistem Enam Kingdom Beberapa sistem klasifikasi yang sudah dikembangkan para ilmuwan Biologi antara lain :
  68. 68. 1. Sistem Dua Kingdom Penemu sistem ini adalah ilmuwan yang bernama Aristoteles 384 SM – 322 SM (Yunani). Pengelompokan makhluk hidup tersebut adalah sebagai berikut. a. Kingdom Tumbuhan (Plantarum), memiliki ciri- ciri berdinding sel, berklorofil, dan berfoto sintesis. Bakteri dan jamur meskipun tidak berklorofil tetap dimasukkan dalam kerajaan tumbuhan. b. Kingdom Hewan (Animalia), memiliki ciri-ciri tidak berdinding sel, tidak berklorofil dan dapat bergerak bebas, yang termasuk pada kingdom ini seperti Protozoa, Mollusca, Porifera, Coelenterata, Arthropoda, Echinodermata dan Chordata.
  69. 69. Penemu sistem kingdom ini adalah Ernest Haekel (Jerman) tahun 1866, pengelompokan makhluk hidup tersebut adalah sebagai berikut: 2. Sistem Tiga Kingdom a. Kingdom Monera, memiliki ciri-ciri tubuh tersusun atas satu atau banyak sel, inti selnya tanpa selubung (prokariotik), contohnya adalah bakteri dan ganggang biru. b. Kingdom Plantae, yang temasuk dalam kingdom ini adalah alga, jamur, lumut, paku, dan tumbuhan berbiji. c. Kingdom Animalia, yang termasuk dalam kingdom ini adalah dari golongan Protozoa sampai golongan Chordata
  70. 70. Penemu sistem kingdom ini adalah Robert Whittaker pada tahun 1959. Pengelompokan makhluk hidup tersebut berdasarkan struktur sel yang dibedakan antara sel eukariotik, yaitu sel yang memiliki selaput inti, dan sel prokariotik, yaitu sel yang tidak memiliki selaput inti. 3. Sistem Empat Kingdom a. Kingdom Monera, ciri-cirinya adalah memiliki inti tanpa membran (prokarion), contohnya bakteri dan ganggang biru. b. Kingdom Fungi, mencakup semua jamur. c. Kingdom Plantae, meliputi semua ganggang kecuali ganggang biru, lumut, paku, dan tumbuhan berbiji. d. Kingdom Animalia, meliputi semua hewan, mulai dari Protozoa sampai Chordata. Keempat kingdom itu antara lain:
  71. 71. Sistem ini merupakan penyempurnaan dari sistem empat kingdom oleh Whittaker pada tahun 1969, dengan menggunakan dasar tingkatan organisme, susunan sel, dan faktor nutrisinya. Klasifikasi ini dianut oleh banyak ilmuwan sampai sekarang. 4. Sistem Lima Kingdom
  72. 72. Adapun sistem klasifikasi lima kingdom ini adalah sebagai berikut: a. Kingdom Monera, meliputi semua makhluk hidup atau organisme yang prokariotik, bersel satu, dan mikroskopis. Contohnya, semua bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobakteri), misalnya Escherichia coli, Anabaena sp., dan Nostoc sp. b. Kingdom Protista, sebagian besar terdiri atas organisme yang bersel satu, eukariotik, umumnya sudah memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan dan hewan. Contohnya: Euglena, Paramecium, dan Amoeba. c. Kingdom Fungi, memiliki ciri-ciri eukariotik, tidak berklorofil sehingga tidak berfotosintesis. Contohnya: Mucor, Saccharomyces, Pleurotus (jamur tiram), Agaricus, dan lain-lain. d. Kingdom Plantae, terdiri atas semua organisme eukariotik, bersel banyak, berdinding sel yang mengandung selulosa, berklorofil, berfotosintesis, autotrof. Kerajaan tumbuhan dibagi menjadi tumbuhan berspora (lumut, paku) dan berbiji. Contohnya: padi, mawar, lumut hati, dan paku ekor kuda. e. Kingdom Animalia, memiliki ciri-ciri eukariotik, bersel banyak, tidak berklorofil sehingga tidak berfotosintesis, tidak berdinding sel, heterotrof. Contohnya: burung, gajah, ular, ayam, dan sebagainya
  73. 73. Sistem Enam Kingdom, dikemukakan oleh Woese, tahun 1977 a. Kingdom Eubacteria b. Kingdom Archaebacteria c. Protista d. Kingdom Fungi e. Kingdom Plantae f. Kingdom Aniimalia 5. Sistem Enam Kingdom
  74. 74. Fitra Tri Auladi Abdilah Yusrina Kartika Muhammad Naufal Muhammad Farras Haikal Rifky Raditya Rio Richard Shafira Annisa Aini Nurachman Dini Luthfi Apriansyah TERIMA KASIH 

×